Sabtu, 05 November 2016

Proses Sosialisasi

Proses Sosialisasi

Proses Sosialisasi
Ada 2 teori proses sosialisasi yang paling umum digunakan, yaitu teori Charles H. Cooley dan teori George Herbert Mead.
Teori Charles H. Cooley lebih menekankan pada peran interaksi antar manusia yang akan menghasilkan konsep diri (self concept). Proses pembentukan konsep diri ini yang kemudian disebut Cooley sebagai looking-glass self terbagi menjadi tiga tahapan sebagai berikut.
” Seorang anak membayangkan bagaimana dia di mata orang lain.”
Seorang anak merasa dirinya sebagai anak yang paling hebat dan yang paling pintar karena sang anak memiliki prestasi dan sering menang diberbagai.
“Seorang anak membayangkan bagaimana orang lain menilainya.”
Dengan perasaan bahwa dirinya hebat, anak membayangkan pandangan orang lain terhadap dirinya. Ia merasa orang lain selalu memujinya, selalu percaya pada tindakannya. Perasaan ini muncul akibat perlakuan orang lain terhadap dirinya. Misalnya, orang tua selalu memamerkan kepandaiannya.
“Apa yang dirasakan anak akibat penilaian tersebut”
Penilaian yang positif pada diri seorang anak akan menimbulkan konsep diri yang positif pula.Semua tahap di atas berkaitan dengan teori labeling, yaitu bahwa seseorang akan berusaha memainkan peran sosial sesuai dengan penilaian orang terhadapnya. Jika seorang anak di beri label “nakal”, maka ada kemungkinan ia akan memainkan peran sebagai “anak nakal” sesuai dengan penilaian orang terhadapnya, meskipun penilaian itu belum tentu benar.




Repost by :  https://ciptadestiara.wordpress.com/category/peranan-sosial-pemuda-dalam-masyarakat/
Pengertian Sosialisasi

Pengertian Sosialisasi

Pengertian Sosialisasi
Pengertian sosialisasi mengacu pada suatu proses belajar seorang individu yang akan mengubah dari seseorang yang tidak tahu menahu tentang diri dan lingkungannya menjadi lebih tahu dan memahami. Sosialisasi merupakan suatu proses di mana seseorang menghayati (mendarahdagingkan – internalize) norma-norma kelompok di mana ia hidup sehingga timbullah diri yang unik, karena pada awal kehidupan tidak ditemukan apa yang disebut dengan “diri”.
Dan sosialisasi juga merupakan proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
Selain itu Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma sosial yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya. Berikut pengertian sosialisasi menurut para ahli:
• Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.
• Peter Berger
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
• Paul B. Horton
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
• Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru.
Internasilasi, Belajar, dan Sosialisasi
Ketiga kata atau istilah tersebut pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama. Proses berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi sosial. istilah internasilasasi lebih ditekankan pada norma-nroma individu yang menginternasilasikan norma-norma tersebut. Istilah belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seorang individu. istilah spesialisasi ditekankan pada kekhususan yagn telah dimiliki oleh seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak panjang dan lama.



Sumber From :  https://ciptadestiara.wordpress.com/category/peranan-sosial-pemuda-dalam-masyarakat/
Pengertian Pemuda

Pengertian Pemuda

A. Internalisai Belajar dan Spesialisasi
Pengertian Pemuda
Princeton mendefinisikan kata pemuda (youth) dalam kamus Webstersnya sebagai “the time of life between childhood and maturity; early maturity; the state of being young or immature or inexperienced; the freshness and vitality characteristic of a young person”.
Sedangkan dalam kerangka usia, WHO menggolongkan usia 10 – 24 tahun sebagai young people, sedangkan remaja atau adolescence dalam golongan usia 10 -19 tahun. Jadi pemuda identik sebagai sosok individu yang berusia produktif dan mempunyai karakter khas yang spesifik yaitu revolusioner, optimis, berpikiran maju, memiliki moralitas, dsb.
Kelemahan mecolok dari seorang pemuda adalah kontrol diri dalam artian mudah emosional, sedangkan kelebihan pemuda yang paling menonjol adalah mau menghadapi perubahan, baik berupa perubahan sosial maupun kultural dengan menjadi pelopor perubahan itu sendiri.
Secara hukum pemuda adalah manusia yang berusia 15 – 30 tahun, secara biologis yaitu manusia yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kedewasaan seperti adanya perubahan fisik, dan secara agama adalah manusia yang sudah memasuki fase aqil baligh yang ditandai dengan mimpi basah bagi pria biasanya pada usia 11 – 15 tahun dan keluarnya darah haid bagi wanita biasanya saat usia 9 – 13 tahun.
Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani berbagai macam – macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, generasi yang mengisi dan melanjutkan estafet pembangunan.
Di dalam masyarakat, pemuda merupakan satu identitas yang potensial. Kedudukannya yang strategis sebagai penerus cita – cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya.



Sumber From :  https://ciptadestiara.wordpress.com/category/peranan-sosial-pemuda-dalam-masyarakat/
Kesimpulan

Kesimpulan

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Pemuda memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan dan kemajuan bangsa. Pemuda yang tangguh dapat diartikan pemuda yang bisa menggunakan masa mudanya untuk hal-hal yang bermanfaat dan meninggalkan hal-hal yang buruk.
Pemuda pada zaman pergerakan nasional memiliki kemauan keras untuk bisa mempersatukan bangsa Indonesia dan membebaskan diri dari penjajahan. Sedangkan pemuda zaman sekarang mendapati kemajuan IPTEK yang sangat pesat, sehingga mereka yang memiliki pikiran yang baik dan bertanggungjawab akan menggunakannya untuk hal yang bermanfaat, dan yang buruk akan menggunakannya untuk hal negatif. Pemuda zaman sekarang banyak yang menjadi korban era globalisasi (victim globalization). Faktor yang mempengaruhi keadaan pemuda berasal dari keluarga, lingkungan, dan pergaulan pemuda.
Upaya untuk menciptakan generasi muda yang tangguh dapat dilakukan di dalam keluarga dengan bimbingan orang tua; di lembaga pendidikan dengan bimbingan dari guru; dan di lingkungan masyarakat dengan mengadakan organisasi pemuda yang positif dan adanya pengawasan dari tokoh masyarakat.
Namun yang paling penting adalah kesadaran dari pemuda itu sendiri. Tanpa kesadaran dari pemuda sendiri, upaya yang dilakukan akan sia-sia.
3.2. Saran
Agar usaha-usaha menciptakan generasi muda tangguh sebagaimana yang tercantum di atas menjadi lebih efektif, maka sebaiknya kesadaran pemuda tersebut harus sudah tumbuh dan melekat pada jiwanya. Untuk itu sebelum melakukan tindakan, disarankan untuk berupaya menumbuhkan kesadaran pemuda tersebut terlebih dahulu.


Sumber From :  https://arifinhakam.wordpress.com/karya-tulis-usaha-menciptakan-generasi-muda-yang-tangguh/
Upaya yang di lakukan di lembaga pendidikan

Upaya yang di lakukan di lembaga pendidikan

2.5.2. Upaya yang Dilakukan di Lembaga Pendidikan
Dalam diri manusia terdapat kemampuan dasar atau fitrah baik jasmaniah maupun rohaniah yang tidak dapat berkembang dengan baik tanpa bimbingan dari pendidik. Oleh karena itu setiap manusia membutuhkan pendidikan untuk mengembangkan jasmaniah dan rohaniah. Kebutuhan pendidikan tersebut bukan sekedar untuk mengembangkan perkembangan kemampuan dasar aspek individualitas atau sosialitas semata, melainkan juga untuk mengarahkan perkembangan kemampuan dasar itu kepada pola hidup yang dihajatkan manusia dalam bidang duniawi dan ukhrawi, agar keduanya biasa berjalan seiring dalam bentuk yang harmonis, sehingga diharapkan manusia dapat bahagia hidupnya baik di dunia maupun di akhirat.
Sekolah merupakan salah satu wujud atau bentuk dari pendidikan formal sebagai kelanjutan dari pendidikan informal dimana anak didiknya masih mempunyai ketergantungan kepada keluarga dan orang lain dalam mencapai kedewasaannya.
Sehubungan dengan hal tersebut anak perlu distimulasi berbagai aspek perkembangannya serta dibekali dengan berbagai kompetensi agar dapat menghadapi tantangan zaman.
Di sekolah, hal yang dapat membentuk pemuda yang tangguh antara lain :
  • Ø Pendidikan dan bimbingan yang dilakukan oleh guru kepada siswa
          Tugas guru adalah mendidik anak didik dan mempersiapkan mereka sebaik-baiknya, sehingga ia menjadi orang yang sempurna, maka guru harus menjadi pendidik yang diserahi tugas untuk mendidik jasmani, akal dan akhlak. Tugas guru tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, akan tetapi bertugas membina anak didik menjadi orang dewasa, maka guru bertanggungjawab untuk menguatkan jasmani dan rokhani murid, menumbuhkan pengertian anak didik terhadap apa yang diajarkannya dari berbagai ilmu pengetahuan, dalam usaha membentuk akhlaknya, membina akhlaknya, membangkitkan minatnya untuk mencapai pengetahuan, menanamkan dalam jiwanya akhlak yang mulia. Guru harus tetap percaya akan kemampuan dirinya sendiri, sehingga mudah melatihnya, mengajarkannya dan mendidiknya dengan pendidikan yang membeks dalam jiwa.
Guru merupakan ujung tombak mewujudkan pendidikan bermutu. Mutu pendidikan sangat ditentukan oleh kompetensi guru. Kedepan guru harus tetap konsisten menjaga kewibawaannya. Itu dapat dilakukan bilamana guru memahami dan menghayati profesi dan kode etik guru. Guru bisa dikatakan digugu dan ditiru oleh masyarakat banyak. Guru sebagai innovator penggerak permasalahan dikalangan masyarakat. Keberhasilan anak-anak bangsa ini sangat tergantung pada hati nurani guru, bagaimana caranya membimbing dan mendidik anak didiknya.
Ciri-ciri guru profesional :
  1. Antusias : menampilkan semangat untuk hidup.
  2. Berwibawa: menggerakkan orang.
  3. Positif: melihat peluang dalam setiap saat.
  4. Supel: mudah menjalin hubungan dengan beragam siswa.
  5. Humoris
  6. Luwes: menemukan lebih dari satu cara untuk mencapai hasil.
  7. Menerima: mencari di balik tindakan dan penampilan luar untuk menemukan nilai-nilai ini.
  8. Fasih: berkomukasi dengan jelas, ringkas dan jujur.
  9. Tulus: memiliki niat dan motivasi positif.
  10. Spontan: dapat mengikuti irama dan tetap menjaga hasil.
  11. Menarik dan tertarik: mengaitkan setiap informasi dengan pengalaman hidup siswa dan peduli akan diri siswa.
  12. Menganggap siswa mampu dan percaya akan kesuksesan siswa.
  13. Menetapkan dan memelihara harapan tinggi : membuat pedoman kualitas hubungan dan kualitas kerja memacu setiap siswa untuk berusaha sebaik mungkin.


  • Ø Sosialisasi siswa terhadap siswa lain atau terhadap warga sekolah
Tidak hanya pendidikan yang diberikan guru saja, namun pendidikan sosial yakni pendidikan cara berinteraksi dengan siswa lain atau warga sekolah. Dalam hal ini, siswa dapat mempraktekan hal-hal yang telah diajarkan guru dalam kehidupan nyata, tetapi masih dalam lingkungan sekolah sehingga siswa masih dalam pengawasan guru.
  • Ø Kegiatan ekstrakurikuler
Selain pendidikan formal dalam kelas, banyak sekolah yang mengadakan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini dapat melatih keterampilan siswa di bidang tertentu. Misalnya Pramuka, olah raga, kegiatan keagamaan, dan musik.
2.5.3. Upaya yang Dilakukan di Lingkungan Masyarakat
Upaya yang bisa dilakukan untuk membentuk generasi muda yang tangguh di lingkungan masyarakat antara lain:
Dibentuk suatu organisasi kepemudaan sehingga dalam organisasi tersebut akan ada proses pembelajaran bagi pemuda.
  • Akan terbentuk tujuan dalam berorganisasi.
  • Akan adanya pembelajaran demokrasi.
  • Para tokoh masyarakat dapat dengan mudah memberi bimbingan pada pemuda karena terdapat suatu wadah/organisasi yang menampung pemuda.
Diadakannya tempat untuk mengaji sehingga para pemuda dapat mengaji dan mendapat bimbingan moral dari guru ngaji tersebut.
Diadakannya kegiatan sosial, seperti kerja bakti dan lain-lain.

Untuk menciptakan generasi muda yang tangguh dapat diwujudkan dengan upaya-upaya di atas, namun hal yang paling penting dan merupakan pengaruh terbesar untuk menciptakan generasi muda yang tangguh adalah kesadaran pemuda sendiri. Yakni, kesadaran untuk merubah diri untuk menjadi yang lebih baik. Upaya-upaya di atas tidak akan berhasil tanpa ada kesadaran dari pemuda itu sendiri.



Repost by :  https://arifinhakam.wordpress.com/karya-tulis-usaha-menciptakan-generasi-muda-yang-tangguh/
Upaya menciptakan generasi yang baik

Upaya menciptakan generasi yang baik

2.5. Upaya Berbagai Pihak Untuk Menciptakan Generasi Muda yang  Tangguh
Pemuda yang tangguh sangat dibutuhkan untuk membangun keluarga, bangsa, dan agama yang baik. Oleh karena itu, berbagai tindakan dilakukan untuk menciptakan pemuda yang tangguh.
2.5.1. Upaya yang Dilakukan di Lingkungan Keluarga
Kedudukan dan fungsi suatu keluarga dalam kehidupan manusia bersifat primer dan fundamental. Keluarga pada hakikatnya merupakan wadah pembentukan masing-masing anggotanya, terutama anak-anak yang masih berada dalam bimbingan tanggung jawab orangtuanya. Perkembangan anak pada umumnya meliputi keadaan fisik, emosional sosial dan intelektual. Bila kesemuanya berjalan secara harmonis maka dapat dikatakan bahwa anak tersebut dalam keadaan sehat jiwanya. Dalam perkembangan jiwa terdapat periode-periode kritik yang berarti bahwa bila periode-periode ini tidak dapat dilalui dengan harmonis maka akan timbul gejala-gejala yang menunjukkan misalnya keterlambatan, ketegangan, kesulitan penyesuaian diri, kepribadian yang terganggu, bahkan menjadi gagal sama sekali dalam tugas sebagai makhluk sosial untuk mengadakan hubungan antar manusia yang memuaskan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang di lingkungannya. Keluarga merupakan kesatuan yang terkecil di dalam masyarakat tetapi menepati kedudukan yang primer dan fundamental, oleh sebab itu keluarga mempunyai peranan yang besar dan vital dalam mempengaruhi kehidupan seorang anak, terutama pada tahap awal maupun tahap-tahap kritisnya. Keluarga yang gagal memberi cinta kasih dan perhatian akan memupuk kebencian, rasa tidak aman dan tindak kekerasan kepada anak-anaknya. Demikian pula jika keluarga tidak dapat menciptakan suasana pendidikan, maka hal ini akan menyebabkan anak-anak terperosok atau tersesat jalannya.
Masa remaja awal merupakan masa transisi, dimana usianya berkisar antara 13 sampai 16 tahun atau yang biasa disebut dengan usia belasan yang tidak menyenangkan, dimana terjadi juga perubahan pada dirinya baik secara fisik, psikis, maupun secara sosial (Hurlock, 1973). Pada masa transisi tersebut kemungkinan dapat menimbulkan masa krisis, yang ditandai dengan kecenderungan munculnya perilaku menyimpang. Pada kondisi tertentu perilaku menyimpang tersebut akan menjadi perilaku yang mengganggu (Ekowarni, 1993). Melihat kondisi tersebut apabila didukung oleh lingkungan yang kurang kondusif dan sifat keperibadian yang kurang baik akan menjadi pemicu timbulnya berbagai penyimpangan perilaku dan perbuatan-perbuatan negatif yang melanggar aturan dan norma yang ada di masyarakat yang biasanya disebut dengan kenakalan remaja.
Faktor keluarga sangat berpengaruh terhadap timbulnya kenakalan remaja. Kurangnya dukungan keluarga seperti kurangnya perhatian orangtua terhadap aktivitas anak, kurangnya penerapan disiplin yang efektif, kurangnya kasih sayang orangtua dapat menjadi pemicu timbulnya kenakalan remaja. Penelitian yang dilakukan oleh Gerald Patterson dan rekan-rekannya (dalam Santrock, 1996) menunjukkan bahwa pengawasan orangtua yang tidak memadai terhadap keberadaan remaja dan penerapan disiplin yang tidak efektif dan tidak sesuai merupakan faktor keluarga yang penting dalam menentukan munculnya kenakalan remaja. Perselisihan dalam keluarga atau stress yang dialami keluarga juga berhubungan dengan kenakalan. Faktor genetik juga termasuk pemicu timbulnya kenakalan remaja, meskipun persentasenya tidak begitu besar.
Pengertian keluarga berarti nuclear family yaitu yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Ayah dan ibu secara ideal tidak terpisah tetapi bahu membahu dalam melaksanakan tanggungjawab sebagai orang tua dan mampu memenuhi tugas sebagai pendidik. Tiap eksponen mempunyai fungsi tertentu. Dalam mencapai tujuan keluarga tergantung dari kesediaan individu menolong mencapai tujuan bersama dan bila tercapai maka semua anggota mengenyam apakah peranan masing-masing
Peranan ayah :
  • Sumber kekuasaan, dasar identifikasi.
  • Penghubung dengan dunia luar.
  • Pelindung terhadap ancaman dari luar.
  • Pendidik segi rasional.
Peranan Ibu :
  • Pemberi aman dan sumber kasih sayang.
  • Tempat mencurahkan isi hati.
  • Pengatur kehidupan rumah tangga.
  • Pembimbing kehidupan rumah tangga.
  • Pendidik segi emosional.
  • Penyimpan tradisi.

Dalam mengatasi kenakalan remaja yang paling dominan adalah dari keluarga yang merupakan lingkungan yang paling pertama ditemui seorang anak. Di dalam menghadapi kenakalan anak pihak orang tua hendaknya dapat mengambil dua sikap bicara yaitu:
  • Sikap atau cara yang bersifat preventif
Yaitu perbuatan/tindakan orang tua terhadap anak yang bertujuan untuk menjauhkan si anak daripada perbuatan buruk atau dari lingkungan pergaulan yang buruk. Dalam hal sikap yang bersifat preventif, pihak orang tua dapat memberikan atau mengadakan tindakan sebagai berikut :
a. Menanamkan rasa disiplin dari ayah terhadap anak.
b. Memberikan pengawasan dan perlindungan terhadap anak oleh ibu.
c. Pencurahan kasih sayang dari kedua orang tua terhadap anak.
d. Menjaga agar tetap terdapat suatu hubungan yang bersifat intim dalam satu ikatan keluarga.
e. Pendidikan agama untuk meletakkan dasar moral yang baik dan berguna.
f. Penyaluran bakat si anak ke arah pekerjaan yang berguna dan produktif.
g. Rekreasi yang sehat sesuai dengan kebutuhan jiwa anak.
h. Pengawasan atas lingkungan pergaulan anak sebaik-baiknya.

  • Sikap atau cara yang bersifat represif
Yaitu pihak orang tua hendaknya ikut serta secara aktif dalam kegiatan sosial yang bertujuan untuk menanggulangi masalah kenakalan anak seperti menjadi anggota badan kesejahteraan keluarga dan anak, ikut serta dalam diskusi yang khusus mengenai masalah kesejahteraan anak-anak. Selain itu pihak orang tua terhadap anak yang bersangkutan dalam perkara kenakalan hendaknya mengambil sikap sebagai berikut :
  1. Mengadakan introspeksi sepenuhnya akan kealpaan yang telah diperbuatnya sehingga menyebabkan anak terjerumus dalam kenakalan.
b. Memahami sepenuhnya akan latar belakang daripada masalah kenakalan yang menimpa anaknya.
  1. Meminta bantuan para ahli (psikolog atau petugas sosial) di dalam mengawasi perkembangan kehidupan anak, apabila dipandang perlu.
d. Membuat catatan perkembangan pribadi anak sehari-hari




Repost By :  https://arifinhakam.wordpress.com/karya-tulis-usaha-menciptakan-generasi-muda-yang-tangguh/
Faktor yang mempengaruhi kondisi pemuda

Faktor yang mempengaruhi kondisi pemuda

2.4. Faktor yang Mempengaruhi Kondisi Pemuda
Kondisi atau keadaan pemuda dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
Faktor keluarga
Dalam keluarga yang pola hidupnya baik maka akan membentuk pemuda yang baik dan sebaliknya.
Faktor lingkungan
Lingkungan yang baik sangat diperlukan dalam masa pendidikan remaja. Remaja masih perlu mencari jati dirinya, sehingga lingkungan harus mendukung supaya remaja tersebut menjadi remaja yang baik.
Interaksi pemuda dalam bergaul
Dalam bergaul, seoarang pemuda bisa mengikuti perilaku teman bergaulnya. Pemuda masih dalam proses mencari jati diri, jadi mereka selalu mengikuti hal yang dianggapnya menarik. Seorang pemuda akan mengikuti hal-hal yang biasa dilakukan kebanyakan teman-temannya. Jika teman-temannya berperilaku baik maka ia akan mencontohnya dan sebaliknya.


Repost by : https://arifinhakam.wordpress.com/karya-tulis-usaha-menciptakan-generasi-muda-yang-tangguh/