Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 7. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 November 2016

Materi Ipa kelas 7 tentang Gerak Lurus

Materi Ipa kelas 7 tentang Gerak Lurus


Gerak Lurus Beraturan



1.Jarak dan Perpindahan

Sebelum membahas jarak dan perpindahan, sebaiknya mempelajari apa yang dimaksud dengan gerak. Suatu benda dikatakan bergerak bila posisinya setiap saat berubah terhadap suatu acuan tertentu. Jadi, suatu benda dapat bergerak sekaligus diam tergantung acuan yang kita ambil. Dalam Fisika gerak bersifat relatif, bergantung pada acuan yang dipilih.
Misalkan, seseorang berada di dalam mobil yang bergerak meninggalkan rumahnya. Dari waktu ke waktu rumah yang diam di sisi jalan itu semakin tertinggal di belakang mobil. Artinya posisi orang tersebut dan rumah berubah setiap saat seiring dengan gerakan mobil menjauhi rumah itu. Apakah seseorang bergerak? Ya, bila acuannya rumah atau pepohonan di pinggir jalan. Seseorang diam bila acuan yang diambil adalah mobil yang ditumpangi. Mengapa? Sebab selama perjalanan posisi orang tersebut dan mobil tidak berubah.
Maka,panjang lintasan dan jarak:
Panjang lintasan yang ditempuh disebut jarak, sedangkan perpindahan diartikan sebagai perubahan posisi benda dari keadaan awal ke keadaan akhirnya.Jarak adalah besaran skalar, sedangkan perpindahan adalah vektor.

2.Kelajuan dan Kecepatan Rata – Rata

Kelajuan merupakan panjang lintasan dalam suatu waktu.
Kelajuan merupakan besaran scalar sedangkan kecepatan adalah besaran vector.
Xt = Xo + V.t

Xt = panjang lintasan dalam suatu waktu (m)

Xo = panjang lintasan awal (m)
V = Kecepatan (ms-2)
t = waktu (s)
V = (X2 – X1):(t2 – t1)

V= kecepatan rata – rata (ms-1)

X1= posisi awal (m)t1= waktu awal (s)
X2= posisi akhir (m)t2= waktu akhir (s)
3.Percepatan Rata – Rata
a = (v2 – v1):(t2 – t1)

GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB)

Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak benda dalam lintasan garis lurus dengan percepatan tetap. Jadi, ciri utama GLBB adalah bahwa dari waktu ke waktu kecepatan benda berubah, semakin lama semakin cepat. Dengan kata lain gerak benda dipercepat. Namun demikian, GLBB juga dapat berarti bahwa dari waktu ke waktu kecepatan benda berubah, semakin lambat hingga akhirnya berhenti. Dalam hal ini benda mengalami perlambatan tetap. Contoh sehari-hari GLBB adalah peristiwa jatuh bebas. Benda jatuh dari ketinggian tertentu di atas. Semakin lama benda bergerak semakin cepat.
hubungan antara kecepatan (v), waktu (t), dan jarak (s) sebuah benda yang bergerak lurus berubah beraturan dipercepat.
Vt = Vo + a . t

Vo= kecepatan awal (ms-1)

Vt= kecepatan akhir (ms-1)
a= percepatan (ms-2)
t = selang waktu (s)
s = Vo . t + ½ a.t2

s= jarak yang ditempuh (m)

Persamaan kecepatan sebagai fungsi jarak :
Vt2 = Vo2 + 2.a.s
Sumber From :  http://natayathioanda.blogspot.co.id/p/gerak-lurus-beraturan.html
Materi IPA Kelas 7 (Reaksi Kimia)

Materi IPA Kelas 7 (Reaksi Kimia)

Materi IPA SMP : Reaksi Kimia


Reaksi Kimia – Reaksi kimia adalah perubahan kimia dimana zat-zat yang bereaksi (reaktan) berubah menjadi zat-zat hasil reaksi (produk) sehingga terjadi perubahan kimia dari bentuk materi yang satu ke bentuk materi yang lain. Pada reaksi kimia selalu dihasilkan zat-zat baru dengan komposisi dan sifat-sifat baru, sehingga sifat yang dimiliki reaktan berbeda dengan sifat yang dimiliki produk. Reaksi kimia dituliskan dalam bentuk persamaan reaksi kimia :
reaksi kimiaPersamaan Reaksi Kimia
Cara menuliskan persamaan reaksi ada dua cara yaitu :
1. Menggunakan persamaan nama senyawa/molekul/unsur.
2. Menggunakan persamaan rumus kimia senyawa/molekul/unsur.
Ciri-ciri Reaksi Kimia
Reaksi kimia ditandai dengan melihat beberapa ciri yaitu dengan adanya pembentukan gas, pembentukan endapan, perubahan warna dan perubahan suhu.
1. Pembentukan Gas
Ketika reaksi kimia sedang berlangsung maka akan terlihat adanya gelembung-gelembung gas dalam larutan. Contoh : memasukkan logam kalsium ke dalam air, akan terlihat gelembung gas tidak berwarna muncul dari dalam air.
2. Pembentukan Endapan
Ketika mereaksikan dua larutan dalam sebuah tabung reaksi, kadang-kadang terbentuk suatu senyawa yang tidak larut, berbetuk padat dan terpisah dari larutannya. Padatan ini disebut endapan (presipitat).
Contoh : mereaksikan perak nitrat dengan natrium klorida akan terben-tuk endapan perak klorida.
3. Perubahan Warna
Adanya warna pada suatu senyawa kimia sangat berhubungan dengan adanya energi yang diserap oleh elektron-elektron suatu atom logam pada senyawa tersebut.
Contoh : reaksi antara bubuk tembaga oksida yang berwarna hitam dengan asam sulfat yang berupa larutan jernih akan menghasilkan tembaga sulfat berwarna biru.
4. Perubahan suhu
Perubahan suhu pada suatu reaksi kimia dapat berupa penyerapan panas atau sebaliknya menghasilkan panas. Reaksi kimia yang menghasilkan panas disebut reaksi eksotermis. Contohnya reaksi antara batu kapur dengan air. Sebaliknya reaksi yang membutuhkan panas disebut reaksi endotermis. Contohnya reaksi antara karbon dengan belerang.
Kecepatan Reaksi
Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi :
1. Suhu Reaksi
Semakin tinggi suhu maka energi partikel pereaksi bertambah menyebabkan tumbukan antar partikel men-jadi lebih sering sehingga mempercepat reaksi kimia.
2. Konsentrasi Pereaksi
Zat dengan konsentrasi tinggi memiliki jumlah partikel lebih banyak daripada zat dengan konsentrasi rendah. Sehingga semakin besar konsentrasi pereaksi, semakin cepat suatu reaksi berlangsung.
3. Luas Permukaan Sentuh
Dengan bidang sentuh yang lebih besar, zat reaktan dapat bersentuhan lebih sering. Karena tumbukan lebih mudah terjadi maka kecepatan reaksi menjadi semakin besar.
4. Katalis
Katalis adalah senyawa yang dapat berpengaruh pada kecepatan reaksi. Pada umumnya katalis berfungsi mempercepat reaksi tetapi ada juga katalis yang memperlambat reaksi. Katalis jenis ini disebut inhibitor.
5. Pengadukan
Pengadukan akan mempercepat terjadinya reaksi.



Sumber From :  http://nurmungil.com/materi-ipa-smp-reaksi-kimia

Materi IPA kelas 7 (Perubahan Zat dan Pemisahan Campuran)

Perubahan Zat dan Pemisahan Campuran (IPA Kelas 7)

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog Artikel & Materi . Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan artikel tentang materi IPA Kelas 7 Semester 1 Bab Perubahan Zat dan Pemisahan Campuran. Berikut materi selengkapnya :
PERUBAHAN ZAT
Sifat Zat dalam perubahan zat berdasarkan sifat zat terbagi 2 yaitu sifat fisika dan sifat kimia.

Sifat fisika adalah ciri khas suatu zat yang dapat diamati tanpa mengubah sifat zat-zat penyusunnya.
Yang tergolong sifat fisika adalah : Wujud zat, Warna, Bau, Titik Didih, titik lebur, Kelarutan, Daya Hantar Listrik, Kemagnetan.
Sifat kimia adalah ciri-ciri suatu zat yang berhubungan dengan terbentuknya zat baru.
Yang tergolong sifat kimia adalah : Mudah terbakar, Busuk dan asam, Berkarat, Mudah meledak, Racun.
Perubahan zat berdasarkan ada tidaknya zat baru
Perubahan zat berdasarkan ada tidaknya zat baru dibagi 2 yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia

Perubahan fisika adalah perubahan pada zat yang tidak menghasilkan zat yang jenisnya baru.
Contoh perubahan fisika :
1. Baju yang berasal dari kain
2. Kerikil yang berasal dari batu setelah setelah proses penumbukan
3. Es batu yang berasal dari air
4. Tepung yang berasal dari beras
5. Batu bata, genteng, guci yang terbuat dari tanah liat
6. Kue yang terbuat dari tepung.
7. Jelly (sejenis agar-agar) yang terbuat dari campuran air dan pewarna gula
8. Kain yang berasal dari benang
9. Handycraft berupa pin dan gantungan kunci yang terbuat dari kain flannel
10. Meja dan kursi yang terbuat dari kayu

Perubahan kimia adalah perubahan pada zat yang menghasilkan zat yang jenisnya baru.
Contoh perubahan fisika :
1. Apel busuk
2. Kertas yang dibakar jadi abu
3. Daun kering yang diproses menjadi pupuk kompos
4. Pembakaran bahan bakar bensin pada kendaraan bermotor
5. Fotosintesis
6. Nasi basi
7. Besi berkarat
8. Kedelai dijadikan tempe dan tahu
9. Arang yang berasal dari pembakaran batang kayu
10. Makanan yang dimakan diproses dalam tubuh menjadi feses (tinja).
Perubahan zat berdasarkan cara pemisahan campuran

Macam-macam cara pemisahan campuran :

a.      Penyaringan (filtrasi) adalah pemisahan campuran dilakukan berdasarkan perbedaan ukuran partikelnya.  Zat yang tertahan di atas saringan disebut : residu. Zat yang lolos dari saringan disebut : filtrat.
Contoh : pemisahan air dengan parutan kelapa, penyaringan air kotor. 

b.      Penyulingan (destilasi) adalah pemisahan campuran dilakukan berdasarkan perbedaan titik didih zat. Pada peristiwa penyulingan terjadi 2 kali perubahan wujud yaitu penguapan dan pengembunan.
Contoh : memperoleh bensin dari campuran minyak bumi, memperoleh air murni dari air garam

c.      Kristalisasi adalah Pemisahan campuran dilakukan berdasarkan perbedaan kemampuan penguapan.
Contoh : memperoleh garam dari air garam yang dipanaskan matahari.

d.      Sublimasi adalah pemisahan campuran dilakukan berdasarkan perbedaan kemampuan menyublim.
Contoh : memperoleh kapur barus, iodin, dan kafein.
e.     Kromatografi adalah pemisahan campuran dilakukan berdasarkan perbedaan kecepatan merambat pada partikel-partikel zat yang tercampur.
Contoh : pemisahan warna spidol hitam dari warna-warna penyusunnya .



Sumber from :  http://artikelmateri.blogspot.co.id/2016/08/perubahan-zat-pemisahan-campuran-contoh-kelas-7.html

Materi IPA kelas 7 (UNSUR,SENYAWA DAN CAMPURAN)

UNSUR, SENYAWA, DAN CAMPURAN

UNSUR 
Unsur adalah zat tunggal yang sudah tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa.

Berdasarkan sifatnya, unsur dikelompokkan menjadi 3, yaitu:
  • Unsur Logam
Ciri-ciri:
- warna mengkilap
- pada suhu kamar umumnya berwujud padat dan keras (kecuali raksa)
- dapat ditempa
- konduktor yang baik
- titik didih dan titik leleh pada umumnya tinggi
Contoh: litium, Ferrum (besi), Natrium, Magnesium, Kalium, Calsium, Titanium, Kromium, Mangan, Kobalt, Nikel, Tembaga, Seng, Perak, barium, Platinum, Emas, Raksa, Timbal, dll

  • Unsur Semilogam/Metaloid
Ciri-ciri:
-  lebih lunak dari logam tetapi lebih keras dari nonlogam
- dapat menghantar panas/listrik tetapi kurang baik
Contoh: Boron, Silikon, Antimon, Germanium, Arsen, Polonium, dan Telurium
  • Unsur Nonlogam
Ciri-ciri:
- warna tidak mengkilap (kecuali intan)
- pada suhu kamar pada umumnya berwujud cair, padat, dan gas
- bersifat isolator
- lunak dan rapuh
- titik didih biasanya rendah
Contoh: Hidrogen, Carbon, Nitrogen, Oksigen, Fluorin, Neon, Phospor, Belerang, Klorin, Argon, Selenium, Bromin, Kripton, Iodin, Xenon, dan Radon

Hingga saat ini ada 118 unsur (93 unsur alami dan 25 unsur buatan). Untuk mempermudah mempelajari unsur-unsur tersebut, maka dibuatkah lambang unsur oleh John Jacob Berzelius (1779-1848). Lambang unsur diambil dari huruf awal dari nama latin unsur tersebut.
Jika ada dua unsur atau lebih yang memiliki huruf awal sama, maka unsur-unsur tersebut dilambangkan dengan dua huruf (huruf awal diikuti salah satu huruf berikutnya). Untuk penulisan lambang unsur, huruf pertama selalu ditulis dengan huruf kapital.
Contoh:
Boron (B)
Bromin (Br)
Carbon (C)
Calsium (Ca)
Clorin (Cl)
Cobalt (Co)
Hidrogen (H)
Helium (He)
Litium (Li)


SENYAWA


Senyawa adalah zat tunggal yang dapat diuraikan kembali menjadi zat yang lebih sederhana melalui reaksi kimia.
Ciri-ciri senyawa:
  • merupakan zat tunggal
  • tersusun dari dua unsur atau lebih dengan perbandingan tertentu dan tetap
  • dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi kimia
  • sifat senyawa berbeda dengan sifat unsur pembentuknya
Contoh senyawa: Air (H2O), Garam dapur (NaCl),  Asam Clorida (HCl), Karbondioksida (CO2), Karbon monoksida (CO).

Penamaan Senyawa:
  • Senyawa yang Terbentuk dari Unsur Logam dan Nonlogam
Cara penamaan: Sebut dahulu nama unsur logam kemudian diikuti nama unsur non logam dan diberi akhiran -ida
Contoh:
NaCl tersusun atas unsur logam Natrium (Na) dan unsur nonlogam Clorin (Cl), sehingga diberi nama Natrium clorida
  • Senyawa yang Terbentuk dari Unsur Nonlogam-Nonlogam
Cara penamaan: Jumlah unsur atom pertama disebut dahulu, diikuti nama unsur nonlogam pertama, kemudian sebut jumlah unsur nonlogam kedua dan diikuti nama unsur nonlogam kedua, dan diberi akhiran -ida
Jumlah atom disebut dalam bahasa Yunani sebagai berikut:
1 = mono
2 =di
3 = tri
4 = tetra
5 = penta
6 = heksa
7 = hepta
8 = okta
9 = nona
10= deka
Contoh:
N2O diberi nama dinitrogen monoksida
NO diberi nama nitrogen monoksida
N2O5 diberi nama dinitrogen pentaoksida
P2O5  diberi nama diphospor pentaoksida
CCl4 diberi nama carbon tetraklorida



CAMPURAN 
Campuran adalah kumpulan dari beberapa zat dengan komposisi bebas.
Campuran dikelompokkan menjadi dua:
  • Campuran Homogen: campuran yang komposisi tiap bagiannya merata
    contoh: 
    - campuran air dengan sirup,
    - campuran air dengan susu,
  • Campuran Heterogen: campuran yang komposisi tiap bagiannya tidak merata.
           Contoh :
           - campuran air dengan kopi
           - campuran air dengan lumpur
           - campuran dalam es buah
Pemisahan Campuran
  1. Penyaringan/Filtrasi
     Penyaringan adalah pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan ukuran partikel.
    Contoh:
    - Pemisahan campuran antara air dengan pasir
    - Pemisahan campuran antara
    Zat hasil penyaringan disebut filtrat, dan zat sisa dari penyaringan disebut residu.
  2. Penyulingan/Distilasi
    Penyulingan adalah pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih.
    Contoh:
    - Pemisahan campuran antara air dengan alkohol
    - Pemisahan air dengan minyak tanah
     
  3. Kromatografi
     Kromatografi adalah pemisahan campuran yang di dasarkan pada perbedaan daya serap suatu zat terhadap bahan penyerap. Kromatografi digunakan untuk memisahkan campuran warna pada tinta.
  4. Kristalisasi
    Kristalisasi adalah pemisahan campuran untuk memisahkan zat terlarut dari larutannya.
    Proses kristalisasi dimanfaatkan untuk:
    - membuat garam dari air laut
    - membuat gula pasir dari air gula
     
  5. Sentrifugasi
    Pemisahan ini dilakukan dengan memasukkan suspensi ke dalam tabung reaksi, kemudian dipusingkan/diputar dengan kecepatan tertentu. Pemusingan yang sangat cepat menyebabkan partikel tersuspensi mengendap di dasar tabung reaksi. Selanjutnya cairan dapat dituang secara hati-hati sehingga dapat terpisah dengan zat padat yang mengendap.
    Sentrifugasi dapat digunakan untuk memisahkan plasma darah dari darah merah.
     
  6. Ekstraksi
    Ekstraksi adalah pemisahan campuran dengan menggunakan dua pelarut yang tidak saling bercampur. Pemisahan ini dapat dilakukan dengan corong terpisah sehingga dapat memisahkan zat yang larut dalam minyak dan zat yang larut dalam air. Zat yang larut dalam air biasanya ada di bagian bawah, sehingga ketika kita membuka keran pada corong pisah, air dan zat yang terlarut akan keluar dan minyak serta zat yang terlarut di dalamnya akan tertinggal. Selanjutnya untuk pemurnian zat dapat dilakukan dengan distilasi.
     
  7. Sublimasi
    Pemisahan campuran dengan sublimasi dilakukan jika ada zat padat yang menyublim bercampur dengan zat yang tidak dapat menyublim. Contoh zat yang mudah menyublim adalah kapur barus, iodin, dan kafein.
      



Sumber from :  http://ipafransita.blogspot.co.id/2014/01/unsur-sen.html
Materi IPA kelas 7 (ASAM,BASA DAN GARAM)

Materi IPA kelas 7 (ASAM,BASA DAN GARAM)



ASAM, BASA, DAN GARAM

A        ASAM
Asam adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion H+ (pembawa sifat asam)
Sifat-sifat asam:
        - berasa asam
        - bersifat korosif
        - Memerahkan lakmus
        - Jika bereaksi dengan air melepas ion H+
        - Bereaksi dengan Magnesium menghasilkan   Gas Hidrogen
        - Bereaksi dengan logam Karbonat menghasilkan Karbondioksida
        - Memiliki pH < 6,8
Pengelompokkan asam berdasarkan Ion H+ yang dilepas:
-          Asam Monoprotik àmelepas 1 ion H+
Cth:        HCl(aq) à H+(aq) + Cl-
HNO3(aq) à H+(aq) + NO3-                      (aq)
-          Asam Diprotik à melepas 2 ion H+
Cth:        H2SO4(aq) à 2H+(aq) +  SO42-       (aq)
-          Asam Tripotik à melepas 3 ion H+
Cth:        H3PO3(aq) à 3H+(aq) + PO33-        (aq)
Pengelompokkan asam berdasarkan kandungan oksigennya:
-          Asam Nonoksi : tidak mengandung Oksigen
                        Cth:        HF, HCl, HBr, HCN, H2S
-          Asam Oksi : mengandung Oksigen
                        Cth :       HClO (Asam hipoklorit),
                                         HNO3(Asam nitrat),
                                         H2SO4(Asam sulfat),
                                         H2CO3(Asam karbonat),
                                         H3PO3(Asam Fosfit),
                                         H3PO4(Asam Fosfat)
Pengelompokkan asam berdasarkan asalnya:           
-          Asam Organik : asam yang terdapat pada senyawa organic/makhluk hidup.
                        Cth :       HCOOH (Asam Format),
                                        CH3COOH (Asam Asetat),
                                        C2H5COOH (Asam Propionat),
                                        C6H5COOH (Asam Benzoat)
-          Asam Anorganik/asam mineral: asam yang bukan berasal dari makhluk hidup
Cth: HSSO4
Pengelompokkan asam berdasarkan kekuatannya:
-          Asam Kuat: mengalami ionisasi sempurna
Cth: HCL, HBr, HI, HNO3, HClO3, HClO4,H2SO4
-          Asam Lemah: terionisasi sebagian
Cth: HCOOH, CH3COOH, H2CO3, HCN, H2S

Asam lambung adalah asam klorida yang diproduksi lambung untuk membunuh bibit penyakit yang masuk bersama makanan

Contoh Asam yang ada dalam kehidupan sehari-hari:
Nama Asam
Terdapat Dalam
Asam asetat
Larutan cuka
Asam Askorbat
Jeruk, tomat, dan syuran
Asam Sitrat
Jeruk
Asam Borat
Larutan pencuci mata
Asam Karbonat
Minuman berkarbonasi
Asam Klorida
Asam lambung & obat tetes mata
Asam Nitrat
Pupuk
Asam Fosfat
Pupuk dan deterjen
Asam Tartrat
Anggur
Asam Malat
Apel
Asam Formiat
Sengatan lebah
Asam Laktat
Keju
Asam Benzoat
Bahan Pengawet makanan
Contoh bahan yang bersifat asam dan kegunaannya:
-          Jeruk, sebagai sumber vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegak sariawan
-          Cuka, sebagai panambah rasa asam pada makanan
-          Air Accu, untuk menyalakan mesin kendaraan
-          Pupuk, mengandung asam nitrat untuk menyuburkan tanaman


B        BASA
Basa adalah zat yang dalam air menghasilkan ion OH- (pembawa sifat basa)
Sifat-sifat basa:
        - Berasa pahit dan licin
        - Bersifat merusak kulit
        - Membirukan lakmus
        - Jika bereaksi dengan air menghasilkan ion OH-
        - Dapat menghantarkan arus listrik
        - Bereaksi dengan logam menghasilkan endapan
        - Memiliki pH >7,2
Pengelompokkan basa berdasarkan jumlah ion OH- yang dilepas :
        - Basa Monohidroksi: melepas satu ion OH-
           Cth: LiOH, NaOH, KOH
        - Basa Polihidroksi: melepas lebih sari satu ion OH-
           Cth: Mg(OH)2, Sr(OH)2, Ba(OH)2, Zn(OH)2, Al(OH)3
Pengelompokkan basa berdasarkan kekuatannya :
        - Basa Kuat: terionisasi sempurna
           Cth: LiOH, NaOH, KOH
        - Basa Lemah: terionisasi sebagian
           Cth: Mg(OH)2, Al(OH)3 dan NH3




Contoh basa dalam kehidupan sehari-hari:
Nama Basa
Terdapat Dalam
Alumunium Hidroksida
Deodoran dan obat sakit mag
Kalsium Hidroksida
Plester dan mortar
Magnesium Hidroksida
Obat mag dan obat urus-urus
Natrium Hidroksida
Bahan sabun dan pembersih saluran air
Kalium Hodroksida
Pembuat sabun dan elektrolit pada baterai
Contoh bahan yang bersifat basa dan kegunaannya dalam hidup sehari-hari:
-          Deodoran, menghilangkan bau keringat (menetralisis asam yang terkandung dalam keringat)
-          Obat mag, menetralisir asam lambung
-          Sabun, mengandung natrium hidroksida untuk membersihkan badan dari kotoran dan keringat
-          Soda api, membersihkan saluran air yang tersumbat
C        GARAM
Garam adalah senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi antara asam dengan basa (reaksi netralisasi)
Sifat-sifat garam:
        - Berasa asin
        - Mudah larut pada air
        - Berbentuk kristal
        - Bersifat netral (pH sekitar 6,8 – 7,2)
        - Tidak mengubah warna lakmus
Garam dapat bersifat asam, basa, atau netral tergantung pada jenis asam basa pembentuknya.
-          Garam asam terbentuk dari asam kuat dan basa lemah
-          Garam basa terbentuk dari basa kuat dan asam lemah
-          Garam netral terbentuk dari asam kuat dan basa kuat
Berdasarkan kelarutannya:
-          Garam mudah larut
                        Cth: NaCl, CaCl, KI, KNO3, Pb(NO3)2
-          Garam sukar larut
                        Cth: AgCl, PbCl2, CaCO3, BaCO3
Contoh garam yang ada dalam kehidupan sehari-hari:
Nama
Rumus Kimia
Nama Dagang
Kegunaan
Natrium Klorida
NaCl
Garam dapur
Memasak
Natrium hidrogen karbonat
NaHCO3
Natrium bikarbonat
Memasak (baking soda)
Kalsium karbonat
CaCO3
Kalsit
Pembuatan cat dan bahan karet
Kalium nitrat
KNO3
Saltpeter
Pembuat pupuk dan bahan peledak
Kalium karbonat
K2CO3
Potash
Pembuatan sabun dan kaca
Natrium Fosfat
Na3PO4
TSP
Pembuatan detergen
Amonium klorida
NH4OH
Salmaniak
Pembuatan baterai

D        INDIKATOR ASAM-BASA
Indikator: petunjuk, penanda
Indikator asam-basa: petunjuk yang digunakan untuk mengidentifikasi sifat asam atau basa dari suatu zat.
Contoh indikator asam-basa:
-          Kertas Lakmus: lakmus merah & biru
Lakmus adalah sejenis zat yang diperoleh dari jenis lumut kerak
Kelebihan kertas lakmus:
Dapat berubah warna dengan cepat saat bereaksi dengan asam atau basa
Lakmus sukar bereaksi dengan oksigen sehingga tahan lama
Lakmus mudah diserap oleh kertas sehingga digunakan dalam bentuk kertas
-          Larutan Indikator: Fenolftalein, metil merah, metil jingga
-          Indikator alami : kunyit, kubis ungu, kulit manggis
Penentu Skala Keasaman dan Kebasaan:
-          Larutan Indikator
-          pH meter:
-          Indikator Universal


Sumber from : http://ipafransita.blogspot.co.id/2014/02/asam-basa-dan-garam.html